menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah syurga, bersyukurlah pada yang maha Kuasa, cinta kita di dunia & akhirat, Selamanya !

Debu-debu Iman di Langit Riyadh

subhanallah…


kata itu yang pertama kali ku lukiskan di deretan pertama tulisan yang menjadi saksi petang yang cerah setelah ribuan titik hujan memenuhi kota ini tadi pagi


subhanallah..


kata itu ku ulangi lagi, pujian yang selalu ku ulang ulang untuk kebesaranmu wahai allah yang telah menakdirkanku menjadi bagian dari kota ini, kota yang bahkan selalu ku bayangkan dalam rangkaian cita cita yang ku susun susun saat aku duduk di saat saat aku bakal menentukan takdirku sendiri.


tapi bisikan hidayahmu benar tuhan, pilihan takdirmu kusyukuri


engkau telah meyakinkan kepadaku kota ini dari kota kota megah lain yang dulu mengacaukan pilihanku

subhanallah..


perlahan tapi pasti, aku mulai menikmati aktifitas kota ini. kota yang tidak pernah mati sejak bendera islam dikibarkan muhammad rasullulah sallallohu alaihi wasalam berbelas belas abad lalu..


bahkan jauh sebelum itu, saat ibrahim ‘alaihisalam meletakan batu pertama ka’bah baitullah yang sampai saat ini tetap aman dan terjaga, tak ada tangan kotor yg berani menyentuhnya


tepat seperti janji tuhan pencipta alam semesta dalam alqur’an karim yg kebenarannya sampai saat ini menggetarkan zionis-israel yg sangat kubenci dengan seluruh tauhidku


tak kuragukan jiwaku merasa puas yg luar biasa ketika nafasku bersatu dengan aroma debu gurun pasir yang sekarang sudah berubah menjadi taman taman hijau dan gedung gedung raksasa yg seakan ingin menghilangkan kesan bahwa beberapa abad lalu tempat ini hanyalah batu dan gurun tandus yg tidak dilirik siapapun. gurun tandus yang letak ujungnnya saja tak bisa dibayangkan


wahai rasull sallalohu’alaihissalam,


lahan perjuangan khilafahmu dulu kini sudah menjadi hamparan kota yg menakutkan…


gurun pasir tempatmu membenamkan wajahmu yang mulia dalam setiap solatmu kini sudah berlapis marmar dan langitnya dipenuhi lampu lampu digital yang menyilaukan…


apakah aku terlambat datang ke kotamu? sekarang cerita historikalmu sudah berubah menjadi metropolis yg sombong…


disinilah aku berdiri, diantara gedung pencakar langit itu, diantara istana istana besar yg tak ku ketahui dimana hujungnya menatap dan memperhatikan detik detik hari yg semakin cepat berganti

home far away from home…

jiwaku puas saat semua misteri harapan itu kupecahkan menjadi butir butir nyata di kota ini. semuanya terjawab sudah, hasratku yang dulu hedonis melebur bersama debu debu di kota ini


jiwaku puas saat gema azan terlantun menggelegar memecah kesibukan kota dan menarik penghuninya yang beruntung untuk solat bersama, merendahkan jiwa raganya dn menghadapkan wajahnya tepat ke arah baitullah yg ada disebrang kota sana


terasa indahnya berjamaah, ketika berdiri satu saff bersama muslim mesir, arab, jordan, libnan bahkan muslim dari pakistan, india dan bangladesh yang rata rata berjanggut tebal rimbun meneduhkan wajahnya yg zuhud..


air mataku menitis saat gemuruh serentak lafaz ‘aamiiin’ segera terdengar dari mulut mulut jemaah dengan pronounsiasi mereka yg beragam, tepat setelah sang imam yg bertubuh kekar menyelesaikan ayat ke tujuh al-fatihah..


begitu indah, hingga aku lupa bahwa aku punya negri yg hijau, negri yang dimana aku mampu berwudhu bersama ikan ikan di sungai sungainya yang mengalir bening dikampung halamnaku yg sekarang tinggal sejarah


negri yg kutinggalkan demi janjiku untuk membahagiakan ‘pahlawan sejatiku’ iaitu ayahku dan ’sang syahidah yg masih hidup’ iaitu ibuku atau harapanku yang selalu membuatku tersenyum dalam luka iaitu keluargaku yg menumpukan masa depan dibahuku


aku mulai jatuh cinta dengan kota ini. jadikan catatan ini sebagai bukti syukurku kepadamu ya allah.


alhamdulillah, segala puji bagimu, yg menghiasi dunia ini dengan keindahan keindahan yg tersembunyi dan nyata dihadapan.


beri kesempatan kepada saudaraku di negri lain untuk segera bertamu ke kotamu, bisikan hidayah lembutmu ke hati hati mereka tuhan.


agar mereka dapat merasa keindahan debu debu iman yang bertebaran di langit riyadh


agar mereka dapat merasakan kebahagiaan kecil yg kunikmati petang ini…

alangkah indahnya jika impianku ini menjadi kenyataan.. ~~ :-)

segala puji padaMu...

kata buatku

"tidak akan ada kemakmuran tanpa kasih sayang,
hanya mereka yang beriman sahaja yang akan tahu makna kasih sayang itu"

detik waktu yang berharga

kata kata cinta

aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu
jika kaw hilangkan agama dari dirimu
maka hilang lah cintaku padamu =)

syair arab

" cinta merupakan anugerah takdir,
pertama kali datang terlihat bak air yang tenang,
namun tika seseorang yang bersangkutan menerjuninya,
tenggelamlah ia didalamnya, tak tertolong lagi

E N J O Y !